Login

POLITEKNIK ATMI

Competentia . Conscientia . Compassio

CATATAN SEORANG SAHABAT

Catatan Seorang Sahabat

Untuk ATMI 48

S

abtu, 8 September 2018 merupakan hari bersejarah dan membahagiakan bagi mahasiswa ATMI angkatan 48, sebab mereka diwisuda dan berhak menyandang gelar Ahli Madya. Bukan sebuah gelar prestisius, karena sudah banyak orang yang lulus S-1 atau S-2, bahkan S-3 dan bergelar sarjana, master atau doktor. Pertanyaannya adalah apakah prestasi itu harus diukur dari gelar yang diraihnya atau dari penghargaan yang mengikuti setelah gelar itu diperoleh? Banyak orang bergelar S-1 atau S-2 bahkan S-3, tetapi setelah toga dilepas mereka tidak mendapatkan pekerjaan apalagi menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Apakah mereka lebih berprestasi? Bagaimana dengan alumni ATMI yang sudah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum mereka dinyatakan lulus, tetapi hanya bergelar D3? Siapakah yang pantas disebut berprestasi? Tidak perlu diperdebatkan, sebab semuanya hanya merupakan hukum sebab akibat.

Lulus dari ATMI bukan merupakan perkara mudah. Pendidikan di ATMI tidak segampang membalik lembar-lembar dari halaman buku, menstabillo poin-poin penting sambil menghafal dalil-dalil kebenaran. Pendidikan di ATMI adalah mengubah ide menjadi gambar produk yang siap direalisasi, mengubah gambar menjadi barang, mengubah sistem manual menjadi otomasi dan seterusnya sesuai panggilan untuk selalu kreatif dan inovatif. Itu realitas. Artinya output pendidikan di ATMI bukan hanya sebuah pemahaman konseptual saja, melainkan juga bagaimana membuat yang konseptual itu menjadi kenyataan, bahasa kerennya ab initio ad esse,dari gagasan menjadi ada, dari keinginan menjadi ada bahkan dari ketiadaan menjadi ada.