Login

POLITEKNIK ATMI

Competentia . Conscientia . Compassio

MELUKIS DUNIA

MELUKI DUNIA

BEASISWA ATM 44

 

Biarlah aku belajar melukis dunia‚Ķmelukis dunia impianku, melukis keindahan dalam batin orang-orang yang membutuhkan  kasih kebaikan (john prasojo).

 

Semua dimulai dari cerita...cerita anak Praon, anak girli depan Terminal Tirtonadi Solo. Sebelum tempat itu dikembalikan ke fungsi semestinya, PRAON merupakan tempat tinggal bagi beberapa pekerja informal. PRAON juga menjadi tempat anak-anak ATMI,UNS,SMK Mikael dan beberapa kampus lain untuk belajar memberikan diri pada orang lain. Pada hari-hari tertentu anak-anak muda ini aktif mendampingi anak-anak PRAON belajar.

 

Saat itu ada seorang anak, yang sudah berumur 8 tahun tetapi tidak sekolah. Ketika mengetahui hal tersebut Windin tergerak hatinya untuk menyekolahkan anak itu. Ia segera menemui Kepala Sekolah SD PRAON dengan tujuan ingin mendaftarkan anak 8 tahun tadi. Gayung bersambut...Kepala Sekolah SD PRAON sangat senang dengan gagasan Windin. Segera formulir pendaftaran diberikan dan segala syarat kelengkapan lain yang harus dipenuhi. Formulir itu diberikan Windin kepada orang tua anak tersebut. Ternyata orang tua anak tersebut tidak respek apalagi bergerak. Berkas masih kosong, syarat-syarat tidak disediakan. Terpaksa Windin yang mengurus semuanya sampai anak tersebut bisa sekolah. 

Sejak saat itu, ada sebuah pertanyaan besar yang perlu mendapatkan jawaban: PENTINGKAH SEKOLAH itu. Kegelisahan akan pentingnya pendidikan ini akhirnya menjadi aksi MELUKI DUNIA. Gagasan Windin untuk memberikan beasiswa setelah mereka bekerja, dari waktu ke waktu digodok terus sampai lahirlah aksi tersebut. Teman-teman seangkatan seperti Aksa, Beny, Gita,Capricorjati,dan lurah angkatan, Hendra adalah orang-orang yang aktif mengupayakan sehingga gagasan memberikan besasiswa itu segera terealisasi.  Sebenarnya rencana pemberian beasiswa itu akan dimulai tahun 2019, tetapi sejak 2017 sudah ada dua orang mahasiswa ATMI yang diberi beasiswa. Tahun ini juga ada dua mahasiswa yang menerima beasiswa MELUKI DUNIA. 

Windin merasa bersyukur karena ada teman-eman yang mendukung untuk memikirkan dan mengelola kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini memicu penerima beasiswa dan teman-teman dari angkatan lain untuk melakukan hal yang sama karena de facto masih banyak orang yang tidak mampu membiayai biaya pendidikannya.