ATMI TANGGAP DARURAT CORONA



Virus Corona, ketika pada mulanya menyerang Wuhan, Hubei, China, sepertinya tidak ada negara yang tanggap dan mengambil tindakan preventif. Lalu lintas manusia masih terjadi dari satu negara ke negara lainnya, termasuk ke dan dari Indonesia. Wuhan tahu diri, mereka segera melakukan tindakan cerdas, lockdown kota, dimana orang-orang tidak boleh keluar dan masuk ke Wuhan. Alhasil Wuhan termasuk cepat dan hebat dalam menangani situasi darurat tersebut.

 

 

 

Namun lockdown di Wuhan tidak bisa menghentikan hijrahnya virus Corona ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia. Selain Jakarta ada warga dari kota lain yang terpapar virus corona, bahkan sampai meninggal dunia. Demikian juga di Kota Surakarta. Atas situasi yang berkembang di kota Surakarta, maka ada beberapa langkah serius yang diambil oleh Pimpinan Politeknik ATMI Surakarta.

Sejak Bulan Maret di Kota Surakarta telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dimana ada warga yang terpapar dan meninggal karena virus Corona. Berikut beberapa hal yang terjadi setelah ditetapkannya Surakarta sebagai Zona Merah Corona:

1.ATMI KOOPERATIF
ATMI Surakarta, sebagai Politeknik Terbaik di Indonesia, bersikap kooperatif terhadap kebijakan yang diambil pemerintah kota Surakarta. Ketika pemerintah kota Surakarta menetapkan Solo sebagai zona merah dampaknya pada Politeknik ATMI adalah:

  • Seluruh mahasiswa dirumahkan dengan melakukan kuliah online. Selama bulan Maret sampai dengan Mei, seluruh waktu dipakai untuk kuliah teori dan ujian teori.
  • Pada bulan Maret ada kegiatan Leadership 2 (LKTM), yang menyisakan satu gelombang ketika lockdown diberlakukan di kota Surakarta. Inilah kali pertama dalam sejarah ATMI, bagaimana kegiatan LKTM dilakukan secara online. Memang tidak sempurna, karena ada beberapa kegiatan penting yang tidak bisa dilaksanakan lewat sistem online, Matras misalnya. Kendati demikian LKTM online tersebut tetap dijalankan agar kegiatan pembentukan karakter dan leadership ini tidak kosong sama sekali.
  • SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) Online. Sistem penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Surakarta dilakukan secara berkala. Ada tiga jalur yang bisa dilalui: jalur unggulan, jalur prestasi dan jalur reguler. Jalur unggulan dilakukan secara offline dimana ada 86 cama yang mendaftar, 84 mengikuti test, 73 dinyatakan lulus dan sampai saat ini sudah ada 71 orang yang sudah melakukan registrasi. Jalur prestasi yang diadakan secara online pada 29 & 30 April yang lalu ada sebanyak 96 orang yang mendaftar, 93 cama mengikuti test online, 78 cama dinyatakan diterima dan melakukan test kesehatan. Jalur Reguler akan dilaksanakan pada bulan Juni 2020, sampai saat ini sudah ada 40 cama yang mendaftarkan diri.
    SPMB Online memang baru pertama kalinya dilakukan di Politeknik ATMI Surakarta, tetapi hal ini tidak mengurangi minat peserta untuk melakukan proses seleksi. SPMB Online Jalur Prestasi ini dilakukan dengan menggunakan teknologi Google Meet untuk proses wawancaranya. Kendala kecil yang sering terjadi adalah hilangnya signal internet yang dimiliki calon mahasiswa.
  • Dosen dan instruktur ATMI dari bulan Maret sd akhir April melakukan Work From Home, namun tetap hadir di kampus minimal 2 hari selama seminggu. Namun sejak bulan Mei kewajiban hadir di kampus minimal 3 kali dalam seminggu. Jadwal presensi diatur oleh dosen dan pimpinan di prodi masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mengurangi berkumpulnya banyak orang dalam satu tempat agar tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak.

2.ATMI PREVENTIF
Terhadap virus Corona yang akhirnya menjadi pandemi, Politeknik ATMI Surakarta tidak bersikap paranoid (ketakutan) namun juga tidak menyepelekan. Langkah-langkah yang diambil adalah mengikuti anjuran pemerintah mulai dari Work From Home, penggunaan masker, menjaga jarak, penyediaan tempat cuci tangan dan sabun, penyemprotan disinfektan di lokasi Politeknik ATMI, pengukuran suhu, penyediaan Disinfektan Cabin dan berbagai kegiatan yang dianjurkan pemerintah.

3.ATMI CURATIF
Sampai saat ini seluruh karyawan ATMI dinyatakan sehat, tidak ada yang terpapar ccorona. Namun ATMI bertindak sangat hati-hati dengan karyawan yang sakit (dibebaskan dari kewajiban masuk). Karyawan dan mahasiswa yang dinyatakana sebagai ODP juga diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu untuk menjaga daya tahan tubuh, Politeknik ATMI menyediakan susu segar gratis untuk seluruh karyawan, bazar telur murah, pemberian masker kepada seluruh karyawan dan tamu, serta penyemprotan kendaraan yang memasuki lokasi Kampus.

4.ATMI KOORDINATIF
ATMI melakukan koordinasi dengan membuat group WA Info Atmi, yang menjadi wadah komunikasi dan koordinasi seluruh karyarwan ATMI. Di Forum ini anggota group bisa terlibat untuk menyampaikan informasi-informasi penting terkait Corona. Forum ini juga bisa dijadikan sarana melakukan sosialisasi secara langsung kebijakan-kebijakan yang diambil pimpinan.

5.ATMI PARTISIPATIF
Sebagai Poltikenik Terbaik di Indonesia, ATMI tidak tinggal diam ketika virus Corona menyerang Indonesia. Dengan cepat ATMI berpartisipasi dan melakukan kegiatan ATMI Tanggap Darurat Corona. Adapun agenda dari kegiatan ATMI Tanggap Darurat Corona. adalah:

  • Pembuatan Face Shield. Alat penutup wajah ini merupakan pesanan dari beberapa rumah sakit di seluruh indonesia. Pembuatan Face Shield merupakan kolaborasi antara ATMI Surakarta, ATMI Cikarang, IKAMI (Ikatan Alumni ATMI – Mikhael, SMK Mikael dan perusahaan-perusahaan milik alumni.
  • Pembuatan Disinfektan Cabin. Alat ini pertama-tama dibuat untuk kepentingan internal, yakni demi melindungi karyawan dan tamu yang berkunjung ke ATMI. Akan tetapi karena banyaknya pesanan dari industri, perbankan, instansi di Pemerintah Daerah, maka ATMI akhirnya secara cepat membuat Disinfektan Cabin ini untuk pihak eksternal. Pemerintah Kota Solo membeli alata ini dan ditempatkan di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Surakarta.
  • Gerakan sosial menghadapi dampak corona. Kegaitan ini bertempat di posko-posko IKAMI di Solo Raya, Jawa Timur, Cikarang, Tangerang dan Batam. Kegiatan sosial ini melibatkan mahasiswa, alumni dan relawan. Bentuk Kegiatannya adalaha pembagian sembako, pembagian masker, pembagian obatan-obatan, pembagian jamu dan hal-hal yang diperlukan untuk menangkal corona.
  • Campus Ministry (CM) Tanggap Corona. CM Politeknik ATMI Surakarta melakukan pelayanan kepada karyawan dan mahasiswa ATMI maupun bergerak ke luar kampus. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: pembagian sembako, melakukan pendampinga psikologis kepada siswa SMK Mikhael dan mahasiswa ATMI melalui zoom, mengadakan diskusi online soal peluang kerja dimasa pandemi dengan melibatkan Alumni (Terry dan Dani ATMI 49), mengadakan misa harian di kapel setiap Senin-Rabu-Jumat, memposting renungan harian di email kantor/WA/IG, dan pada bulan Mei ini, berbarengan dengan bulan Maria CM Politkenik ATMI Surakarta akan melakukan wawancara dengan 3 orang perempuan karyawan ATMI. untuk share gimana mereka tetap bekerja di masa pandemi, membantu dana ke Paroki Wonosari untuk dibelikan sembako bagi korban PHK, membantu sembako ke tukang sampah Karangasem dan loper koran, membantu telur ke tukang parkir di warung2x depan ATMI, dan memberikan makanan ke mahasiswa-mahasiswa ATMI yang masih tertahan di kos di sekitar ATMI.


12 May 2020 | by Yohanes Budi Prasojo