KUNJUNGAN BAPENAS, SEKRETARIS KABINET & ADB



POLITEKNIK ATMI Surakarta merupakan kampus teknik yang suaranya lebih banyak dikenal dunia industri daripada di dunia pendidikan. Banyak instansi pendidikan tidak mengenal kampus yang bertempat di wilayah Karangasem, Laweyan, Surakarta ini. Banyak pula masyarakat umum  di Solo Raya yang juga tidak mengenal kampus ATMI, tetapi semua industri besar di Indonesia mengenal ATMI.

Industri besar tersebut banyak yang menggunakan jasa alumnus ATMI. Kampus yang didirikan pada tahun 1968 ini sudah meluluskan ribuan mahasiswa dan mahasiswi dan turut andil besar dalam memajukan industri di Indonesia dan sekolah-sekolah serta kampus-kampus teknik di Indonesia.

 

Sejak beberapa tahun terakhir ini ketika sekolah-sekolah vokasi mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan diharapkan mampu menjadi kontributor dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, Politeknik ATMI Surakarta mulai dipandang serius oleh pemerintah. Kunjungan Wakil Presiden, kementerian pendidikan, kementerian perindustrian, sekretaris kabinet, staf kepresidenan merupakan bukti bahwa Politeknik ATMI Surakarta merupakan institusi pendidikan yang bisa berperan lebih dalam memajukan Indonesia dari sektor pendidikan dan industri.

 

Melihat tata kelola bengkel praktik dan  Kamar Alat untuk menunjang praktik

 

Tamu ikut memeriksa hasil produksi mahasiswa dan mendapatkan penjelasan dari karyawan WF terkait produk buatan ATMI yang dipesan oleh AHM.

  

Tamu diperkenalkan dengan mesin CNC buatan ATMI, serta produk produk dari Lab PUTP (Pusat Unggulan Teknologi Plastik). Di Lab ini tamu dari Sekretaris Kabinet dan Kementerian Perindustrian dikenalkan dengan teknologi 3D printing, Laser Cutting.

 

 

ATMI DICARI

Belakangan ini ATMI dicari dan dibutuhkan oleh pemerintah. Dalam seminggu ini ada tiga kunjungan dari BAPENAS, SEKRETARIS KABINET dan ADB.

Dalam sambutannya Ibu Asri Ernawati, S.H., M.H. Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Sekretariat Negara mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah:

  1. Melihat pengelolaan dan cara membranding Kampus ATMI di jenjang pendidikan terkait vokasi yang merupakan perhatian dari pemerintahan selama 5 tahun kedepan.
  2. Melihat secara lebih detail terkait pengelolaan dan pelaksanaan kampus ATMI.

Mengapa ATMI

Berdasarkan sambutan dari ibu Asri Ernawati, beliau mengajak rombongan datang ke ATMI karena masukan dari bapak Presiden Indonesia, Ir. Jokowidodo. Bapak presiden mengatakan bahwa jika ingin mengerti pengelolaan kampus teknik yang baik sebaiknya datang ke ATMI Surakarta. Karena hal ini dikatakan berkali-kali oleh bapak Presiden, maka ibu Asri Ernawati memutuskan untuk berkunjung ke Politeknik ATMI Surakarta. Ikut hadir dalam kunjungan ini, Bp. Yanuar Agung Anggoro, S.IP., M.P.A., Ph.D : Kepala Seksi, Ibu Tria, Mbak Sarah : SETKAB RI, Yoga Pratama : BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Dalam Rangkaian Kegiatan Kunjungan ini, setelah diperkenalkan mengenai tata kelola dan sitem pembelajaran di ATMI oleh direktur ATMI Surakarta, Rm. T. Agus Sriyono, SJ,  kegiatan dilanjutkan dengan Tour Bengkel dan ditutup dengan Kegiatan Tanya Jawab. Kegiatan ini memberikan bekal yang cukup bagi sekretaris kabinet untuk menyusun kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pengelolaan pendidikan vokasi, khususnya terkait upaya sekolah vokasi dalam membantu menanggulangi kemiskinan di Indonesia.

Mahasiswa tingkat III menjelaskan kepada ibu Asri Ernawati proses peng-erosi-an benda kerja melalui proses EDM (Eletric Discharge Machine) dengan menggunakan media cairan kerosin ketika beliau tour ke bengke IGI, tempat mahasiswa tersebut praktik bengkel (produksi).

 


29 Nov 2019 | by Yohanes Budi Prasojo