MISA TUTUP TAHUN KULIAH 2019



MENSYUKURI KEBAIKAN & KASIH ALLAH

Ada saatnya memulai ada saatnya mengakhiri. Tahun Pembelajaran 2018-2019 akan berakhir dan memulai Tahun Pembelajaran yang baru. Sudah menjadi tradisi setiap memulai dan mengakahiri Tahun pembelajaran  ATMI mengadakan Misa untuk memohon berkat dan mensyukuri kasih kebaikan Allah.

                    

Pada misa tutup Tahun Pembelajaran 2018-2019 ini, tema yang diusung adalah MENSYUKURI KEBAIKAN & KASIH ALLAH. Wujud Syukur atas Kebaikan dan Kasih Allah itu dinyatakan dalam Misa Tutup Tahun. Dalam pengantar Misa, Rm. Markus Wanandi SJ mengajak seluruh Sivitas Akademi untuk merenungkan sejenak dan mempertanyakan motivasi kita dalam menjalani perkuliahan atau bekerja di ATMI. Rasa syukur itu bukan sekedar berterima kasih kepada Allah bahwa Tahun Pembelajaran sudah terlewati, tetapi dalam rasa syukur itu kita perlu menguji dan menelaah kinerja kita. Sebagai mahasiswa apakah kita sudah bekerja maksimal mengolah talenta/potensi yang kita punyai. Sebagai instruktur dan dosen kita patut menelaah bagaimana kinerja kita: apakah cukup menggembirakan? Kita patut mengukur kinerja kita: apakah kita bangga dan bahagia dengan apa yang kita kerjaakan selama ini?

                     

Dalam homili Romo Markus menandaskan bahwa hidup ini merupakan proses, dan proses itu tidak berhenti. Proses akan berjalan terus, serta tidak ada PROSES YANG BERJALAN MELOMPAT-LOMPAT, artinya kejadian yang kita alami saat ini akan menimbulkan kejadian berikutnya dan sebaliknya hidup kita saat ini adalah hasil dari pengalaman hidup sebelumnya. Hidup ini seperti titik-titik kehidupan yang saling terkait dan mempengaruhi. Kinerja kita berdampak pada hasil.

                    

                    

Cara dalam menjalani proses ini menentukan sikap dan pengalaman yang berbeda. Sikap gembira dalam menjalani proses akan berdampak pada sikap (cara kita bertindak) dan hasil yang diraih. Mengerjakan sesuatu tidak boleh hanya menghitung bebannya saja, tetapi semestinya berlandaskan pada spirit “Demi Kemuliaan Tuhan Yang Lebih Besar” (Ad Maiorem Dei Gloriam). Semangat atau spirit DEMI KEMULIAAN TUHAN ini menjadikan rahmat yang Tuhan berikan kepada manusia tidak menjadi mubasir atau sia-sia, sebaliknya AKAN BERBUAH LEBAT.

                   

Dalam rasa syukur juga, para mahasiswa bisa mengukur dirinya, apakah yang dilakukan selama ini sudah membuahkan hasil yang lebat. Para instruktur dan dosen bisa menelaah apakah kinerja kita memberikan hasil yang menggembirakan.

                    

                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 


25 Jul 2019 | by Yohanes Budi Prasojo