RETRET KARYAWAN



PENYEGARAN ROHANI

POLITEKNIK ATMI SURAKARTA adalah politeknik terbaik di Indonesia yang menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas. Paramater keberhasilan lulusan ini tidak hanya ditentukan oleh faktor tingkat keterserapan yang tinggi dalam dunia kerja (industri/wiraswasta), tetapi juga bisa dilihat dari karakter yang melekat kuat dalam diri para lulusan. Untuk mencapai level itu, ATMI membutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang handal, ahli di bidangnya, memiliki kemampuan komunikasi dan edukasi yang baik yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan membimbing dan mendampingi mahasiswa, serta sehat secara fisik, mental dan spiritual.

Setiap dosen dan karyawan Politeknik ATMI Surakarta mendapatkan upgrading terus-menerus sesuai bidangnya. Setiap karyawan juga diikutsertakan dalam seminar kesehatan, Ceck-Up kesehatan setiap 6 bulan sekali, disediakan kesempatan senam kesehatan setiap Jumat pagi,  mengikuti kegiatan retret dan pelatihan-pelatihan lainnya yang difasilitasi oleh institusi.

Di penghujung tahun 2019 ini, secara khusus, seluruh karyawan dan dosen ATMI mendapatkan kesempatan untuk mengikuti retret, yang diadakan di Rumah Retret Sangkal Putung, Klaten. Retret dilaksanakan dari tanggal 2 sd 11 Desember 2019, terbagi dalam tiga gelombang. Ini merupakan kesempatan berharga bagi karyawan ATMI untuk mendapatkan kesegaran rohani, inward looking atau melihat secara lebih dalam dan personal tentang dirinya di hadapan sang pencipta dalam konteks hidupnya di dunia ini.

Retret diisi dengan berbagai kegiatan, seperti misalnya konferensi, sharing bersama, refleksi pribadi, outbond game, nonton film, doa pribadi, bernyanyi bersama dan misa kudus. Disediakan juga waktu untuk bimbingan pribadi dengan romo pembimbing dan pengakuan dosa. Retret penyegaran rohani ini dibimbing oleh romo-romo muda dari kongregasi Serikat Jesus. Gelombang pertama dibimbing oleh  Romo Seno Hari Prakoso, SJ, Gelombang dua oleh  Romo Budi Nugroho, SJ, sedangkan gelombang terakhir dibimbing oleh Romo Effendi Kusuma Sunur, SJ

Gelombang pertama ada  35 peserta yang ikut, gelombang 2 ada 42 peserta sedangkan gelombang terakhir diikuti oleh 44 peserta. Sayang sekali ada 15 orang yang tidak bisa mengikuti kegiatan retret ini karena berbagai kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

 

 

 

 


13 Dec 2019 | by Yohanes Budi Prasojo