Michael Day 27 September 2019

“Bersama Santo Mikael Merayakan Kebersamaan Dalam Perutusan”


Perayaan puncak Michael Day Kolese Mikael (SMK Mikael dan Politeknik ATMI) dirayakan bersama pada Jumat, 27 September 2019 dari pukul 07.00 s.d. 14.00 serta dihadiri seluruh civitas akademika beserta perwakilan dari pihak industri di kompleks Kolese. Acara ini diawali dengan pentas teater dari SMK Mikael, kemudian dilanjutkan dengan Ekaristi, lalu ditutup dengan berbagai hiburan baik dari internal maupun eksternal kolese serta diselingi pembagian door prize. Perayaan Ekaristi sendiri dipimpin oleh oleh Romo Tiburtius Agus Sriyono, SJ, Romo Rafael Mathando H, SJ ( yang akrab dipanggil Romo Dodo) dan Romo Emanuel Nuwa, MSF (Romo Paroki St. Paulus, Kleco)

Pentas teater yang mengawali Perayaan Ekaristi mengambil garis besar cerita tentang dinamika kegiatan studi yang diwarnai pilihan-pilihan sikap untuk menjadi pelajar yang baik atau tidak. Berhadapan dengan ketegangan memilih ini, pelajar diajak berani menggunakan kebebasan manusiawinya dengan bertanggung jawab. Malaikat Mikael yang menjadi pelindung Kolose ini diharapkan menjadi api penerang dalam memilih sekaligus pelindung ketika menjalani pilihan itu.


Sejalan dengan narasi teater dan tema Michael Day tahun ini, pada saat homili misa, Romo Dodo, SJ menekankan pentingnya peran St. Mikael dalam memberikan semangat civitas baik di awal, saat proses, maupun evaluasi setelah selesai berkarya. Semangat itu berupa keberanian memilih apa yang menjadi kehendak Tuhan dari awal sampai akhir. Kehendak Tuhan memang tidak selamanya mudah dimengerti, namun apakah kita bisa setia? Namun demikian, jalan Tuhan dapat dipastikan selalu memberi kegembiraan sejati. St. Mikael jadi pelindung dan sekaligus pemberi arah agar kita tidak mudah “jatuh” dalam perjalanan hidup. Dengan senjata pedang yang dipegangnya, ia jadi pembisik pesan Allah kepada kita.  

Pedang suci milik St. Mikael selayaknya menjadi bekal pedang yang dianugerahkan Allah juga kepada kita supaya kita mampu menghancurkan segala lawan jahat yang menindas dan mencerai-beraikan kita dari kesatuan dengan Allah dan kesatuan di antara kita sendiri. Pertanyaannya, apakah kita sadar bahwa Allah telah menganugerahkan pedang itu dan maukah kita menggunakan pedang itu untuk kebaikan? Semoga pedang itu bukan malah mengoyak kesatuan namun justru menjadi pegangan untuk saling melindungi sehingga merekatkan relasi satu sama lain.

Setelah misa selesai, ada berbagai hiburan yang ditampilkan oleh teater SMK Mikael (Intelsu), paduan suara mahasiswa ATMI (Vitalis), grup keroncong SMK Mikael (CD Teles), dan dari biduanita penyanyi dangdut. Di bagian hiburan musik ini, hampir seluruh undangan ikut maju ke depan panggung dan bergoyang bersama.  Di antara hiburan itu diselingi pembagian door prize. Hadiah utama door prize adalah lemari filling cabinet produksi PT. ATMI Solo. Keseluruhan acara berakhir pukul 14.00.

Semoga dengan perayaan Michael Day, bukan hanya kegembiraan saja yang didapat, tetapi lebih-lebih kegembiraan yang menyatukan. Kiranya pula ada kesetiaan dari civitas untuk mau kesatuan gerak kolese. Kolese membutuhkan kita untuk bergerak menuju yang lebih baik lagi, terkhusus supaya Kolese ini dapat merumuskan arah yang tegas dan cocok dalam mengembangkan program-program untuk mendidik anak muda yang beriman, berkarakter, dan cerdas.