EXAMEN (PEMERIKSAAN KESADARAN DIRI)

Badan, jiwa, pikiran, indera manusia modern termasuk saya dan teman-teman dikuasai oleh getaran-getaran yang memenuhi udara lewat lampu, tulisan iklan, HP, internet, e-mail, dll. Energi banyak diperas untuk kesibukan kerja di kantor, dalam rapat dan studi, hingga tidak banyak tersisa untuk konsentrasi yang diperlukan dalam doa.

Orang yang hidup, sebenarnya batinnya rindu membangun sesuatu. Ia ingin menyediakan diri barang seperempat sampai setengah jam untuk berdoa pribadi.

Yesuit mau mengajarkan bertahap spiritualitas Ignasian (dari St. Ignatius Loyola) mengenai doa yang mudah, tidak terlalu lama, namun kalau DITEKUNI BERDAYA UBAH. 

Ini disebut EXAMEN / PEMERIKSAAN KESADARAN DIRI. Penyadaran diri secara nyata HANYA dapat dicapai jika orang sempat berefleksi mengenai tempat dan panggilannya di medan hidup. Ia justru tidak boleh melarikan diri. 

Ia harus mampu mengambil “jarak” terhadap sesuatu yang mengikatnya setiap hari untuk berefleksi diri.

Lalu apa GUNANYA examen?

Examen baru berguna jika ditekuni secara konsisten dan konsekuen. Ia jadi alat bantu kita untuk menemukan iman yang KOKOH. Ia jadi dasar memandu kita MEMILIH mana yang baik dan buruk MENURUT bisikan ALLAH. Dampaknya kita berani AMBIL SIKAP terhadap yang meragukan, menyesatkan atau TAMPAK BAIK tapi sebenarnya JAHAT.

Kalau kita biasa mengkritik anak muda-mahasiswa kita apa-apa lari ke gawai (gadget), jangan-jangan kita pun lari juga tapi terus membenarkan diri sendiri. Nah-nah… berarti sama saja tak ada pondasi  kokoh dong… hehehe… 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *