Rekoleksi Spiritualitas Ignasian

Pada hari Jumat, 29 November 2019 diselenggarakan rekoleksi pengenalan Spiritualitas Ignasian untuk 7 anggota Michael College Ministry (MCM) yang baru dan 5 pendamping retret dosen-karyawan Politeknik ATMI. Rekoleksi setengah hari itu didampingi oleh Romo Rafael Mathando Hinganaday, SJ (Romo Dodo, SJ). Dinamika rekoleksi dibagi menjadi 3, yaitu : ceramah, sharing dan ditutup dengan misa. Tentu rekoleksi ini diperlukan karena mereka berkarya bersama para Yesuit yang mengelola Kolese Mikael ini.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSf4t7PNelgjZnTgw5B6u83-4UkybaTQPSRg_1ES1GYIvIc-KbQ&s
https://jesuits.org/Assets/Sections/Photos/USA_IgnatSpirit_deTejada.jpg
“Ignatius writes the Spiritual Exercises in the cave at Manresa.” Painting by Carlos Saenz de Tejada, 1897-1958

Dalam sesi ceramah, Romo Dodo mengajak retretan mengenal siapa Santo Ignatius Loyola yang mendirikan Serikat Yesus. Hal ini penting karena Spiritualitas Ignasian dikenalkan oleh Ignatius Loyola khususnya melalui metode Latihan Rohani. Spiritualitas Ignasian terutama mengajak orang menemukan Allah dalam segala hal (finding God in all things). Dengan demikian setiap orang akan sampai pada pemahaman mengapa dan untuk apa ia diciptakan. Setiap orang diciptakan untuk memuji, menghormati, mengabdi dan memuliakan Allah melalui hidup kesehariannya. Untuk bisa menemukan Allah dalam segala hal, tiap manusia diajak untuk melihal dari hal-hal yang paling sederhana/simpel untuk disyukuri. Jika kita semakin mudah melihat dari hal simpel, tentu dengan tak sulit juga kita melihat hal besar lainnya.

Masuk materi yang lebih inti, Romo Dodo mengatakan bahwa spiritualitas adalah sebuah cara bertindak. Cara bertindak Yesuit berpusat pada Kristus sendiri. Maka menghidupi hidup Yesus perlu semangat magis, apalagi di jaman ini. Magis bukan semangat menjadi yang terbaik. Namun semangat untuk terus-menerus lebih baik dari hari ke hari supaya kita semakin dekat dengan Tuhan. Untuk menjadi magis, kita perlu melatih kebiasaan ber-discernment (mengamati gerak-gerak batin), berdiskresi (memilih dan memutuskan yang baik), menghidupi 4C, dan cura personalis (memberi perhatian) pada setiap pribadi.

Setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan sharing dalam kelompok. Dalam sharing itu, setiap anggota kelompok diajak untuk membagikan nilai-nilai Ignasian yang menginspirasinya serta mengusulkan bagaimana cara menyampaikan Spiritualitas Ignasian pada warga Kolese Mikael dengan kreatif dan menarik. Beberapa dari hasil sharing diantaranya muncul kerinduan perlunya kegiatan sosialisasi nilai-nilai Ignasian bagi karyawan lama, memasang signboard tentang nilai-nilai Ignasian dan mengadakan acara pertemuan-pertemuan untuk sharing materi Ignasian. Hal ini bisa dilakukan dengan mendatangkan pembicara awam yang sudah menghidupi spiritualitas Ignasian sebelumnya. Acara rekoleksi diakhiri dengan misa, dan selanjutnya ditutup dengan makan bersama.

Semoga rekoleksi ini menjadi awal baik dalam usaha menyebarkan cara bertindak Ignasian bagi setiap warga Kolese Mikael demi kemuliaan Allah yang besar. (Ad Maiorem Dei Gloriam = AMDG).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *