DOA EXAMEN HARIAN DI MASA PANDEMI COVID

Cara berdoa yang paling baik adalah mencari kehadiran Allah di dalam hidupmu. Lebih dari 400 tahun lalu Santo Ignatius Loyola (salah satu pendiri Ordo Serikat Yesus bersama 9 sahabatnya) mendorong orang-orang yang tertarik membangun hidup doa untuk berdoa Examen Harian. (pemeriksaan kesadaran diri harian)

Examen adalah sebuah teknik doa reflektif atas peristiwa hari itu supaya bisa merasakan kehadiran Tuhan dan mengikuti arah petunjuk-Nya. Dengan examen, kita dibawa pada kedalaman diri, “Apa yang telah kuperbuat bagi Tuhan, apa yang sedang kuperbuat bagi Tuhan, dan apa yang seharusnya kuperbuat bagi Tuhan?”

Kita tahu bahwa COVID-19 sedang merebak di hampir seluruh bagian dunia. Maka dari itu WHO menyatakan ini sebagai pandemi. Ya, dunia sedang menderita secara serius dan luas karena wabah COVID-19. Kita berada persis di tengah-tengah dunia yang tak tahu bagaimana mencegahnya, dunia yang berkabung dan galau. Kita diajak untuk menerapkan indra tubuh kita untuk memandang, mencecap-cecap, menggali makna dan sekaligus menggugat keberadaan dan cara bertindak kita yang sering salah. Wajah dunia yang sedang sekarat bisa menjadi setting untuk kita pandang dalam examen. Semoga dengan ini kita dipanggil oleh Tuhan untuk melahirkan pilihan-pilihan tindakan yang bijak dan konkret mengurangi penyebaran dan menyelamatkan banyak nyawa manusia. Semoga examen menjadi langkah awal kita untuk tak menitikberatkan pada upaya manusiawi semata namun mengandalkan bimbingan Roh Kudus.

DOA EXAMEN HARIAN DI MASA PANDEMI COVID-19


BAGAIMANA AKU BERDOA?

  1. Sadarilah kehadiran Tuhan.
    “Tuhan, aku percaya bahwa aku berada di hadirat-Mu dan Engkau tetap mengasihiku di masa pandemi COVID-19 ini.”
  2. Lihat hari itu dengan penuh syukur.
    “Tuhan bantu aku dengan terang Roh Kudus agar aku melihat berkat-Mu dan mampu bersyukur kepada-Mu meski aku harus melewati hariku dengan tidak selalu mudah.”
  3. Perhatikan perasaan-perasaanmu.
    “Roh Kudus, bantulah aku untuk melihat tanggapanku terhadap berkat-Mu.”
  4. Ambillah satu-dua peristiwa hari itu dan mulailah berdoa dari sana. (misal, hari itu aku melakukan tindakan berisiko menularkan virus COVID-19/ terlalu self love)
    “Tuhan, bantu aku melihat wajah setiap orang yang kujumpai melalui dunia media sosial, internet, maupun bertemu langsung. Apa yang kupikirkan, kuucapkan, kurasakan, dan kulakukan.” (Lalu telitilah batin dan pikiranmu)
  5. Mohon ampun atas kekurangan dan dosa yang kulakukan.
    “Tuhan terima kasih atas berkat-Mu yang membimbing aku dalam doa tadi. Aku mohon ampun juga atas saat di mana aku menolak untuk melihat-Mu dalam diri orang-orang yang sakit, menderita, lapar, kesepian, telantar, dan lelah luar biasa.”
  6. Buatlah niat perbaikan hari esok.
    “Aku bersyukur pada-Mu Tuhan, dan dengan pertolongan rahmat-Mu, aku akan berusaha senantiasa mencari dan melihat Engkau dengan peka. Aku ingin esok lebih …….(tulis niat konkretmu, sederhana dan jelas apa yang mau dan bisa dilakukan olehmu).
  7. Akhiri dengan doa Bapa Kami. Amin.