KUNJUNGAN GUBERNUR GORONTALO KE POLITEKNIK ATMI SURAKARTA

Kegiatan kunjungan dari Gubernur Gorontalo ke Politeknik ATMI Surakarta merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang dibangun Pemprov Gorontalo dengan Politeknik ATMI Surakarta.

Kerjasama ini terjadi setelah kunjungan yang dilakukan oleh Gubernur Gorontalo bersama staf pada Rabu, 23 Desember 2015. Pada waktu itu, Gubernur Gorontalo  dan 51  pejabat dan kepala sekolah berkunjung ke Politeknik ATMI Surakarta.

Tujuan kunjungan tersebut adalah merealisasikan keinginan Gubernur Gorontalo, untuk mengirim putra-putri dari daerah Gorontalo agar bisa menjalani perkuliahan di Politeknik  ATMI Surakarta. Setelah kunjungan itu lalu diterbitkan MOU dan Surat Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Politeknik ATMI Surakarta.

Realisasi isi  MOU dilaksanakan pada tahun berikutnya, pada tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya, dimana dilakukan seleksi calon mahasiswa baru Politeknik ATMI Surakarta untuk putra-putri dari daerah Gorontalo. Sejak tahun 2016  sampai saat ini ada putra-putra daerah yang dikuliahkan di Politeknik ATMI Surakarta.

Kekaguman Gubernur Akan Pendidikan di Politeknik ATMI Surakarta

Kerja sama yang dibangun antara Pemprov Gorontalo dengan Politkenik ATMI Surakarta adalah berkat kekaguman bapak Gubernur terhadap sistem pendidikan di ATMI. Awal mula ketertarikan itu dipicu oleh kunjungan bapak Gubernur ke Politeknik ATMI pada tahun 1993 dan 1994, saat beliau masih menjadi karyawan di IPTN.

Ketika beliau menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, keinginan menguliahkan putra-putra terbaik dari Gorontalo di Politeknik ATMI Surakarta baru terwujud. Pemprov Gorontalo melakukan kerjasama dengan Politeknik ATMI dan mengalokasikan dana untuk biaya pendidikan, biaya hidup mahasiwa yang dikirim belajar di Politeknik ATMI Surakarta.

Mahasiswa yang dikirim ke Politeknik ATMI adalah putra-putra daerah, yang benar-benar orang daerah Gorontalo, yang secara ekonomi kurang mampu namun memiliki kemampuan akademik mengikuti pendidikan teknik di Politeknik ATMI Surakarta. Oleh karena itu semua mahasiswa yang diterima di Politeknik ATMI Surakarta melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru seperti mahasiswa pada umumnya (SPMB).

MOU Politeknik ATMI Surakarta – Pemprov Gorontalo

Sejak penandatanganan MOU pada tahun 2015 sudah ada tiga angkatan yang dikirim oleh Pemprov Gorontalo untuk menjalani perkuliahan di Politeknik ATMI Surakarta dengan catatan sebagai berikut :

Angkatan Pertama: Tahun Perkuliahan 2016-2017
AngkatanNamaAsalSekolahProdiStatusIP
49ANDRI SULEMANMARISASMKN 1 MARISATMILULUS2,67
49KEVIN OCTAVIANUS TAHABGORONTALOSMKN 3 GORONTALOTMILULUS2,43
49RAHIM D LIMONUTALUMELITOSMKN 1 LIMBOTOTPMLULUS2,72
Angkatan Kedua: Tahun Perkuliahan 2017 – 2018
AngkatanNamaAsalSekolahProdiStatusIP
50RIZAL MUSAGORONTALOSMKN 3 GORONTALOTMIDO
50AHZAN ADI PRATAMA HAMAPUGORONTALOSMKN 3 GORONTALOTMILULUS2,56
50FEBRIYANTO BOTUTIHEGORONTALOSMKN 3 GORONTALOTMILULUS2,52
Angkatan KeTIGA: Tahun Perkuliahan 2018 – 2019
AngkatanNamaAsalSekolahProdiStatusIP TK1IP TK2
51ANGKI MATOMARISASMKN 3 GORONTALOTMIAktif2,702,90
51DANDI HILIMITOLINGGULASMKN 1 DulihadaTMIAktif2,702,88
51IKMAL HULALANGOUABANGASMKN 3 GORONTALOTMIAktif2,532,83
51MASDIN N JUNUDINGTILAMUTASMKN 3 GORONTALOTMIAktif2,052,85
51RAMDAN PAKAYAGORONTALOSMKN 1 BoalemoTMIAktif2,532,93

Dari 11  mahasiswa yang dikirim tugas belajar di ATMI, ada 1 mahasiswa yang ter-DO (9%) karena tidak bisa mengikuti perkuliahan di Politeknik ATMI Surakarta. Sampai saat ini sudah ada 5 orang yang lulus dari ATMI dan sekarang sebagian bekerja di Politeknik Gorontalo (Poligon).

Dalam sambutannya setelah penandatanganan MOU, gubernur Gorontalo menyampaikan nasihat yang sangat meneguhkan bagi mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan di Politeknik ATMI Surakarta.

“Kalian sebagai anak-anak dari Gorontalo tidak perlu merasa minder atau berkecil hati. Sebab dari Gorontalo lahir pula seorang presiden Indonesia ketiga Alm. BJ Habibie yang sudah mengharumkan daerah Gorontalo dan bangsa Indonesia. Beliau merupakan satu-satunya orang Asia yang bisa menjadi pimpinan di perusahan penerbangan di Jerman,” demikian salah satu cuplikan dari sambutan Bapak Gubernur. Beliau meminta anak-anak Gorontalo untuk bersemangat menjalani perkuliahan di Politeknik ATMI Surakarta.

Selain itu, bapak Gubernur juga menyampaikan bahwa akan melanjutkan kerja sama dengan Politeknik ATMI Surakarta. Pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk biaya pendidikan mahasiswa yang kuliah di ATMI. Diharapkan seluruh mahasiswa yang kuliah di ATMI sampai level S-1 Terapan.

Follow UP

Untuk menindaklanjuti MOU yang sudah diterbitkan ada beberapa hal yang harus ditindaklanjuti:

  1. ATMI harus menyiapkan proses transfer semua mahasiwa Gorontalo yang sekarang di  tingkat 3 agar melanjutkan ke program S-1 Terapan. 
  2. Mahsiwa tingkat 3 wajib menyelesaikan (lulus) program D-3 agar bisa lanjut ke program S-1 Terapan.
  3. Belum adanya industri dari Gorontalo yang bisa menjadi mitra ATMI untuk penempatan lulusan, oleh karena itu Pemerintah Provinsi Gorontalo diharapkan membuatkan link antara ATMI dan perusahaan  di daerah Gorontalo agar setelah lulus dari kuliah mereka bisa mendapatkan pekerjaan di daerah Gorontalo. Sebab tujuan dari beasiswa ini adalah untuk memajukan daerah melalui putra daerah yang dikirim studi di Politeknik ATMI Surakarta.
  4. Kerjasama bisa ditingkatkan dengan konsep link and match antara Politeknik ATMI – Pemerintah Gorontalo, bidang pengembangkan sekolah vokasi dan atau industri.

Kegiatan pengiriman mahasiswa dari Gorontalo sempat terhenti dua tahun dikarenakan adanya pandemi Corona. Mulai tahun ini kerjasama itu dilanjutkan kembali. Semoga banyak putra daerah yang lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik ATMI Surakarta. Ada 10 kuota mahasiswa yang dipersiapkan dana oleh Pemprov Gorontalo.

Semoga kerjasama ini segera diikuti oleh Gubernur dari daerah lain, sehingga banyak putra daerah yang bisa belajar di Politeknik ATMI dan kedepannya bisa berkontribusi pada daerah masing-masing.

Sistem Pendampingan

Politeknik ATMI menyediakan staf khusus untuk membantu mahasiswa masuk dalam suasana kampus yang baru. Tugas pendamping ini adalah membantu mahasiswa dari luar daerah agar bisa segera masuk dan mengikuti  dinamika perkuliahan di ATMI  dan mendampingi terkait studi dan kehidupan mahasiswa.

Mahasiswa akan dipantau perkembangannya dan dibantu mencari solusi bila ada permasalahan yang dihadapi. Setiap bulan selalu diadakan evaluasi dan refleksi untuk melihat progres mahasiswa baik di bidang teknik dan bidang yang lain.

Pada akhir semester ada evaluasi akademis, dan dilanjut dengan pendampingan bagi mereka yang berada dalam kesulitan. Selain itu ada pendampingan karakter melalui training leadership: motivasi, pengobatan luka batin, compassion, persiapan kerja, oleh tim Student Affair.