LEADERSHIP I



ATMI Surakarta: Politeknik Terbaik di Indonesia

Politeknik ATMI Surakarta adalah politeknik terbaik terbaik di Indonesia.  Ini bukan merupakan isapan jempol belaka. Disebut terbaik karena Politeknik ATMI Surakarta tidak hanya membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknik. Seluruh mahasiswa ATMI ditempa agar menjadi pribadi yang utuh dan penuh, dimana mereka tidak saja cakap di bidang teknik, tetapi juga memiliki kemampuan soft skills  lainnya sehingga memiliki integritas dan karakter yang bagus.

Pendek kata, seluruh mahasiswa ATMI dididik menjadi insan teknik, yang tidak terjebak pada rutinitas dan perangkap industri, yang terkadang mengabaikan kemanusiaan. Pendidikan di ATMI pertama-tama membangun humanitas seluruh mahasiswa, agar mahasiswa tidak menjadi robot-robot hamba  kapitalis atau menjadi alat produksi masa dari suatu industri. Pengembangan dimensi kemanusiaan mahasiswa dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan atau tingkatan mahasiswa.

  

Untuk menunjang tercapainya profil lulusan yang dicita-citakan institusi, banyak cara dilakukan agar profil alumni tersebut bisa terwujud, antara lain kegiatan pendampingan dan  pembinaan dengan tujuan yang jelas dan kontrol yang bagus. Pendampingan yang menjadikan mahasiswa aware dengan dirinya sendiri, dengan cita-cita yang ada dalam benaknya, aware dengan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya. Proses pendampingan dan pembinaan ini menjadikan mahasiswa memiliki tanggung jawab (moral dan sosial) pada dirinya sendiri dan orang lain.

  

Agar seluruh mahasiswa memiliki karakter yang baik, Politeknik ATMI Surakarta, sebagai politeknik terbaik di Indonesia, merancang berbagai kegiatan kemahasiswaan yang bisa mengembangkan aspek-aspek kehidupan mahasiswa. Secara umum dapat dikatakan bahwa seluruh mahasiswa mendapatkan pelayanan yang sama oleh institusi. Akan tetapi dalam pengelolaan mahasiswa, Politeknik ATMI Surakarta juga mengenalkan pendekatan Cura Personalis, atau pelayanan personal kepada mahasiswa tertentu yang butuh pendampingan khusus. Hal ini dilakukan  karena setiap individu memiliki kekhasan masing-masing dan terkadang membutuhkan pelayanan khusus.

  

Seluruh  mahasiswa tingkat I mendapatkan pelatihan Leadership I yang tekanannya pada pengembangan KEMANDIRIAN pribadi. Model-model pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa adalah segala bentuk kegiatan yang  meningkatkan kemandirian mahasiswa. Dalam leadership I mahasiswa  diajak untuk mengubah Mindset (Paradigma),  dilatih untuk bersikap PRO AKTIF, memiliki VISI MISI yang jelas dan mempunyai kemampuan atau cara untuk mencapai tujuan (visi misinya).

Kegiatan leadership I ini dikemas dalam berbagai bentuk seperti pengayaan materi Seven Habits, Game, Road to Keteb (berjalan ke Keteb sambil mencari makan untuk siang dan malam hari dengan cara bekerja di sepanjang jalan menuju Keteb,  Ekspresi diri, Wawancara pribadi, Sharing kelompok, pengendapan pribadi, menulis refleksi pribadi, dan di hari terakhir ada proses refleksi bersama dan kristalisasi seluruh kegiatan. dll.  Seluruh kegiatan selalu diakhiri dengan misa kudus sebagai penutup acara.

 

 


13 Dec 2019 | by Yohanes Budi Prasojo