INTERNATIONAL WEBINAR

“IMPROVING EDUCATION QUALITY AND SUSTAINABILITY OF HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS”

Latar Belakang diadakan Webinar ini adalah karena Politeknik ATMI Surakarta melihat tantangan yang sudah ada didepan mata mengenai persaingan internasional. Oleh karena itu ATMI memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas lulusannya dan juga menyebarkan semangat vokasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada beberapa hal yaitu :

  1. Tuntutan bahwa tenaga kerja Indonesia harus mampu bersaing secara global.
    Pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian kerjasama global, yaitu C-AFTA, IAFTA, AEC, dan WTO. Penandatanganan perjanjian tersebut akan menyebabkan terjadi pasar tunggal pada tingkat ASEAN. Hal itu juga akan menyebabkan terjadinya pasar bebas dalam bidang barang, jasa, investasi, modal, tenaga profesional dan tenaga kerja terlatih. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) bulan November 2020 mengandung konsekuensi bahwa tenaga kerja Indonesia harus mampu bersaing secara global. Semakin tinggi kemampuan SDM yang bersangkutan maka akan semakin siap menghadapi era globalisasi.
  2. Kurangnya kuantitas SDM berkualitas yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi vokasi.
    Pendidikan vokasi menjadi solusi untuk penciptaan sumber daya manusia yang berkompeten, berdaya saing, dan siap bekerja profesional. Namun pendidikan vokasi di Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding dengan negara-negara maju di dunia, bahkan di ASIA. Menurut sumber LP3I, jumlah sekolah vokasi di Indonesia hanya 12% dibandingkan dengan jenjang akademik, hal ini masih harus ditingkatkan.
  3. Masih tingginya tingkat pengangguran terdidik.
    Berdasarkan angka pengangguran yang ada, tingkat pendidikan diploma pun mencetak angka sebesar 6.02% Angka pengangguran yang tinggi menunjukkan bahwa SDM belum terserap secara baik di industri. Untuk menekan tingginya angka pengangguran maka masih diperlukannya peningkatan lulusan di bidang vokasi. Peningkatan lulusan di bidang vokasi pun perlu melihat kebutuhan industri yang ada.
  4. Perkembangan kemampuan khusus yang dibutuhkan menghadapi kebutuhan global.
    Worl Economic Forum (WEF) menyatakan bahwa terdapat 10 kemampuan diri yang dibutuhkan SDM agar dapat bersaing secara global pada tahun 2025. Maka dari itu mempersiapkan lulusan yang dapat bersaing dalam persaingan global harus segera dilakukan.
  5. Tantangan yang dihadapi lulusan ATMI di lingkungan kerja dan industri yang seringkali berhadapan dengan persaingan global. Hal ini terbukti dari banyaknya lulusan yang bekerja di industri dengan latar belakang internasional, dan juga tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi.

ATMI sangat memperhatikan tantangan tersebut dan berusaha untuk mempersiapkan lulusannya agar memiliki kualitas yang memadahi dan mampu bersaing di dunia global. Salah satu langkah yang kami ambil awalnya dengan membuat acara webinar dan diskusi dengan tagline: ATMI; LEVEL UP! dengan tujuan mengumpulkan sebanyak mungkin masukan dan saran dari berbagai nara sumber yang memiliki latar belakang pengalaman internasional, misalnya para anak muda Swiss yang telah melakukan program Zivil Service (Zivi) di ATMI, para anak muda alumni ATMI yang sudah pernah merasakan persaingan global dalam pekerjaan mereka, serta alumni senior ATMI yang sudah sangat berpengalaman menghadapi tuntutan dunia internasional.

Webinar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juni 2021, dari pk 12.30 sd 16.00 Via Zoom Meeting dan Youtube channel Politeknik ATMI Surakarta. Kegiatan ini dibagi dalam tiga sesi.

  1. SESI 1 : Learning the Gaps from Swiss Education; Being Adaptive and Independent to Meet Global Standard.
    Pembicara : Andrin Meister & Robin Lanz
    Sesi pertama dimoderatori oleh Bp. Hoedi Prasetya, menghadirkan 2 pemateri dari Swiss, Mr.Andrin Meister dan Mr. Robin Lanz. Kedua pemateri ini memberikan gambaran proses pendidikan di Swiss yang menghasilkan lulusan berkualitas internasional, terutama mengenai kemandirian dan kemampuan adaptasi.Yang menarik dari pendidikan di Swiss adalah sejak dini sudah diajari tentang kepedulian dan kesadaran akan lingkungan hidup, kesadaran politik, perbedaan pendapat.
  2. SESI 2: Key to be accepted in Global World: Sharing of Experience and Skill Needed in Global World
    Sesi kedua dimoderatori oleh Bp. FX.Suryadi, dengan mengundang 4 pemateri, semuanya adalah 4 Alumni ATMI yang bekerja di perusahaan internasional. Mereka adalah Yohanes Benny Marwastu (angkatan 36), Sabar Raphael Situmeang (angkatan 38), Yohanes Suryo Kusumo (angkatan 42) dan Monica Nardini(angkatan 47). Mereka mensharingkan mengenai pengalaman kerja dan perjuangan yang dihadapi saat bekerja di lingkungan internasional, dan memberikan gambaran mengenai kualitas (hardskill dan softskill) yang harus dimiliki oleh seorang lulusan di dunia kerja Internasional. Hal penting yang disharingkan oleh para alumni adalah terkait dengan (a) pentingnya memiliki kemampuan komunikasi dengan siapa saja, (b) penguasaan bahasa aging dan (c) leadership agar mereka bisa bersaing dalam dunia global.
  3. SESI 3: Conclusion and Motivation: FACING THE GLOBAL WORLD
    Pembicara : Bp. Samuel Gunawan Wijaya
    Sesi ketiga dimoderatori oleh Bp. Bayu Prabandono. Pembicara ketiga adalah wakil dari industri (PT.Naga Buana).Pokok penting dari pembicaraan beliau adalah (a) attitude dalam pendidikan itu sangat penting, (b) selalu membuat tantangan untuk naik level (the power of kepepet) dan (3) leadership. Dari tantangan itu muncul kemauan untuk belajar terus menerus (on going formation). Dari sinilah ketemu leadership yang dibutuhkan. Menurut pengalaman beliau, dalam belajar terus menerus itulah beliau menemukan tiga unsur penting dalam bisnis yang beiau kelola: soal marketing, SDM,dan produksi. Beliau juga mengatakan bahwa dibutuhkan manajemen untuk mengelola ketiga hal tersebut dan adanya orang yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

Webinar ini sangat bagus karena bisa memberikan masukan kepada institusi ATMI pada khususnya dan sekolah/perguruan tinggi vokasi pada umumnya mengenai langkah strategis yang bisa dijalankan untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Webinar ini diikuti oleh 128 partisipan melalui zoom,sementara yang mengikuti melalui Youtube 130an orang.