Serbuan Vaksin
POLTEK ATMI Surakarta

Pandemi melanda negeri, menciptakan guncangan yang sangat dahsyat sampai menghentikan aktivitas industri, pariwisata, pendidikan, peribadatan,  mengguncang perekonomian dan mengoyak kesehatan masyarakat. Korban bejatuhan, ratusan ribu jumlahnya untuk negara Indonesia dan 4.5 jt lebih di seluruh dunia. Corona tidak hanya mematikan kehidupan umat manusia, tetapi juga mematikan sendi kehidupan lainnya. Hampir seluruh sendi kehidupan terdampak oleh pandemi. Virus yang datang tiba-tiba bagaikan balatentara musuh yang melakukan penyerangan ketika pasukan kita sedang tertidur: porak porandalah benteng pertahanan kita.

Masyarakat dunia saat ini sedang mengupayakan hidup berdampingan sekaligus berperang melawan virus corona. Melawan berarti melumpuhkan daya tahan virus dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh. Selama belum ada anti virus, maka hal rasional yang bisa diupayakan adalah meningkatkan kekebalan tubuh.  Vaksinasi merupakan langkah strategis untuk meciptakan kekebalan kolektif. Dengan kekebalan ini tidak ada ruang bagi virus untuk bertumbuh dalam diri dan merenggut kekuatan manusia.

Vaksinasi adalah solusi. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan gerakan vaksinasi masal mulai dari proses sosialisasi sampai proses realisasi. Proses realisasi inilah yang tidak mudah dilaksanakan karena membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung upaya pemerintah tersebut Politeknik ATMI Surakarta, bekerjasama dengan berbagai pihak melaksanakan vaksinasi tahap 2 sebagai lanjutan dari vaksinasi tahap 1, dengan jumlah vaksin tersedia 4.500 vaksin. 

Berikut adalah lembaga yang terlibat dalam vaksinasi kedua :

  1. Tim RS Brayat Minulyo, dgn koordinator: dokter Ellizabet, dan seluruh timnya.
  2. Kesatuan Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro, yang dihadiri: Sertu Ivaldi, Serda Nata, Serda Edi, Kopda Wahyu, Praka Beni, Pratu Bambang, Pratu Sun Yun, Pratu Firman dan Pratu Yoga
  3. Yayasan Kridha Dhari, yang diwakili oleh ibu Cilla Estevina, ibu Yesi, ibu Yuli, dan kawan-kawan.
  4. Salim Group, yang diwakili ACA, Indomart dan Indofood
  5. Tim GP Ansor, yang dipimpin Gus Arif Sarifudin, SE, MM dan jajarannya.
  6. Tim ISKS, yang dimotori pak Stiawan, Tedy, Agung, Natan, dll
  7. SMK Mikael
  8. PT ATMI, PT IGI dan PT ADE

Serbuan Vaksin kedua ini dilaksanakan mulai hari Jumat 8 Oktober 2021 sampai dengan hari Selasa 12 Oktober 2021 (jeda hari  Minggu)  dengan target sasaran sebagai berikut:

  1. Hari 1: 1000 akseptor
  2. Hari 2: 1250 akseptor
  3. Hari 3: 1250 akseptor
  4. Hari 4: 1000 akseptor

Kegiatan vaksinasi dilaksanakan dari pk 08.00 sd Pk 16.00. Sebelum dilaksanakan vaksinasi, pada hari pertama, Jumat 8 Oktober 2021, dilakukan koordinasi dan upacara pembukaan kegiatan vaksinasi. Dalam upacara pembukaan ini hadir dan memberi sambutan adalah Rm. Andre Sugijopranoto SJ (Direktur Poltek ATMI), Dr. Elizabet (Koordinaror pelaksanan vaksinasi dari RS Brayat Minulyo), ibu Cilla Estevina dari Yayasan Kridha Dhari, dan Sertu Ivaldi (Kesatuan Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro). Keterlibatan para tentara ini untuk membantu pengamanan sekaligus memberikan bantuan sembako kepada peserta vaksin.

ATMI PEDULI

Mengupayakan Vaksinasi masal bukan perkara mudah, tidak semudah membuat pasar murah atau aksi sosial lainnya, sebab vaksinasi melibatkan banyak faktor dan terkait dengan berbagai pihak yang memiliki wewenang dan kompetensi di bidang ini seperti Rumah Sakit (Nakes) dan Kementerian Kesehatan (penyuplai vaksin). Tetapi sesulit apapun, serbuan vaksinasi masal tersebut tetap diupayakan dan akhirnya berhasil dilaksanakan.

Inilah komitmen ATMI terhadap kehidupan. Inilah kepedulian ATMI terhadap kesehatan mahasiswanya, anggota keluarga, warga kolese dan masyarakat sekitar. ATMI mengajarkan 4 C (Competence, Consciens, Compassion dan Comitment) kepada seluruh mahasiswanya agar spirit 4 C ini dihidupi oleh seluruh mahasiswa kehidupannya kini dan kelak.

ATMI tidak hanya mengajarkan spirit itu, tetapi mengerjakan juga apa yang diajarkan. Inilah tanggung jawab sosial ATMI terhadap kesehatan mahasiswa, keluarga, warga kolese dan masyarakat sekitar. Jika setiap dari masyarakat mau mengambil bagian dan bertindak sejalan dengan anjuran pemerintah, maka tidak mustahil kita akan menang melawan virus covid-19. Semoga Tuhan memberkati kita.